TOP NEWS

Showing posts with label profil. Show all posts

Wednesday, May 8, 2013

M. Ridwan Kamil


M. RIDWAN KAMIL :
ANALOGI DALAM SEBUAH KARYA ARSITEKTUR

Ada 4 teori yang selalu dipakai oleh Ridwan Kamil dalam merancang :
1. Teori Analogi
 Dalam merancang sebuah ruang diperlukan nilai-nilai, simbol yang merupakan analogi dari bangunan tersebut. Dengan merespon terhadap konteks yang ada, mencari sesuatu yang unik dari poyek yang ada. Dengan analogi bisa membuka cakrawala kemungkinan-kemungkinan bentuk yang baru.
2. Teori Folding
Rancangan suatu ruang bisa dihasilkan dari proses melipat. Membuat proses membentuk dengan melipat sebelum membuat denah bangunan.
3. Green Architecture
4. Creating Programming,
Isi dari suatu ruang atau lay out dari sebuah ruang menjadi expresi luar dari bangunan

M. Ridwan Kamil termasuk tipe arsitek Non Signature Architect dimana dalam merancang/ mendesain, desainnya tidak dapat ditebak karena stylenya berubah-ubah. Menurut M. Ridwan Kamil, teori arsitektur selalu menjadi dasar bagi rancangan karya arsitekturnya karena dengan adanya dasar teori, karya arsitektur yang dihasilkan memiliki nilai lebih tinggi. M. Ridwan Kamil hampir selalu menggunakan dasar analogi dalam beberapa karyanya. Baginya analogi merupakan suatu cara menghubungkan karya arsitektur dengan ‘konteks’nya. Dengan dasar analogi ‘konteks’ bisa berarti budaya, spirit, ciri khas, sampai philosofi. Dengan dasar analogi juga akan membuat argumentasi desain bisa dipahami oleh klien, membuat kita sebagai arsitek tertantang mencari cara baru dalam menginterpretasikan sebuah desain. Bagi M. Ridwan Kamil semua projet harus ada ceritanya. Dengan adanya analogi akan membuat sebuah cerita bagi project tersebut.

Studi Kasus

Gerbang Kemayoran
Analogi Experimental dijadikan dasar teori dari gerbang kemayoran

Menghasilkan sebuah gerbang seolah-olah sebuah gapura tapi bukan benda fisik
Konsep rancangan gerbang kawasan kemayoran ini didasarkan pada aplikasi yang fleksibel dari media-media non-arsitektural, seperti cahaya, lampu, dan air. Hal ini dimaksudkan agar suasana gerbang bisa terjadi secara dramatis dan bisa diatur berdasarkan kegiatan-kegiatan di Kemayoran yang dapat berubah-ubah (event-based effects).
Efek ruangan yang terjadi antara lain bisa berupa efek langit-langit virtual dengan aplikasi deretan lampu sorot. Bisa juga berupa efek awan menggantung dengan aplikasi buih air tekanan tinggi dan bisa berupa efek hutan bintang dengan aplikasi titik-titik lampu spot yang acak.
Konsep portal cahaya ini dirancang dengan menempatkan titik-titik lampu di ujung tiang-tiang vertikal primer yang berbaris rapi. Pancaran cahaya dari deretan lampu yang dipasang di kiri dan kanan poros jalan utara-selatan itu secara unik akan membentuk dinding langit-langit virtual yang dibentuk cahaya
Konsep kapono awan dirancang dengan menempatlan titik-titik lubang air bertekanan tinggi pada tiang-tiang sekunder yang melengkung natural. Tekanan tinggi ini diatur sedemikian rupa sehingga air yang keluar hanya berupa buih-buih yang tipis dan transparan.
Dikarenakan dirancang dengan jumlah cukup banyak, kumpulan buih air ini secara bersamaaan akan membentuk awan raksasa yang meneduhkan sekaligus mendinginkan iklim mikro ruang di bawahnya.
Adapun konsep hutan bintang ini dirancang dengan menempatkan titik-titik lampu spot pada tiang-tiang sekunder yang melengkung natural. Kumpulan lampu-lampu ini yang diletakkan secara acak membentuk efek yang mengingatkan pada bintang-bintang di langit.
Kawasan gerbang ini juga dirancang tidak hanya untuk efek visual semata, tetapi juga diskenariokan untuk dapat menstimulasi kegiatan-kegiatan pedestarian yang positif. Kegiatan seperti bermain, duduk istirahat, dan jalan kaki diharapkan hadir di area kawasan gerbang ini.

Bakri JSX
Bangunan Bakri JSX adalah kantor pusat saham pada area Rasuna Epicentrum. Bentuk kumpulan uang recehan menjadi dasar analogi dari bangunan ini.

Hotel Sahid Perdana
Pemilik dari proyek hotel Sahid Perdana ini menginginkan arsitektur jawa. Menurut Ridwan Kamil arsitektur jawa itu bukan bentuk Joglo tapi spiritnya. Sehingga diambil analogi dari lotus kembar, yang merupakan spirit budaya jawa. Teratai kembar ini jika terkena air surut atau pasang selalu kompak mengikuti pergerakan air tersebut.

Gramedia Expo Surabaya
Teori yang menjadi dasar bangunan ini adalah teori folding, dimana proses rancangan suatu ruang dihasilkan dari proses melipat sebelum membuat denah bangunan

Depkop Convention Hall
Teori yang menjadi dasar bangunan ini adalah teori folding.

Curiculum Vitae
Name     :    M. Ridwan Kamil, ST., MUD
Address    :    Jl Dago Pojok 1/6, Bandung
Tempat / Tanggal Lahir    :    Bandung, 4 October 1971
Kantor     :    Jurusan Arsitektur ITB, Ganesha 10 - Bandung 40132
        Urbane Indonesia

Riwayat Pendidikan
•    Master of Urban Design, College of Environmental
    Design, University of California-Berkeley, USA, 2001
•    Bachelor of Architecture at the Institute of  Technology
    Bandung (ITB), Indonesia, 1995

•    National University of Singapore, 1994

Riwayat Pekerjaan
•    1997 – 1999: Junior Architect, HOK Architects (New York)
•    2000 – 2003: Senior Architect & Urban Designer, SOM Architects (San Francisco & Hongkong)
•    2003 – Sekarang: Senior Urban Deisgn Consultant for EDAW San Francisco & EDAW Asia

•    2003 – Sekarang: Principal, Senior Architect, Senior Urban Desinger PT. Urbane Indonesia.


M. Ridwan Kamil adalah salah satu sosok yang sangat menghargai kehidupan, baginya hidup ini hanya sekali. Sehingga dalam kehidupan ini kita harus bermanfaat bagi orang lain. Karena itu selain sebagai arsitek profesional, beliau juga adalah seorang dosen dimana dengan menjadi seorang dosen, Moh. Ridwan Kamil bisa membagikan ilmu kepada semua orang.
08:45 oleh han 0

Tuesday, April 30, 2013

Profil Beberapa Tokoh Arsitek Indonesia


Berikut adalah beberapa tokoh arsitek yang sudah mempunyai nama di Indonesia
M. Ridwan Kamil

Biodata
Nama        :  M. Ridwan Kamil
Lahir       :  Bandung, 4 Oktober 1971
Jabatan     : 
   
•    Prinsipal PT. Urbane Indonesia
•    Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung
•    Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco),  SAA (Singapura)
Pendidikan    :
•    Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung
•    Master of Urban Design, College of Environmental Design, University of California, Berkeley AS

Award :
2004 Winner of International Design Competition
2004 Islamic Center, Beijing, RRC
2005 Winner of International Design Competition
2005 Waterfront Retail Masterplan, Suzhou, RRC
2005 Winner of International Design Competition
2005 Kunming Tech Park, Kunming, RRC
2006 Winner Internatonal Young Design Entrepreneur of The Year versi British Council
Indonesia
2007 Winner of International Design Competition for Aceh Tsunami Museum
2008 Top Ten Architecture Business Award dari BCI Asia
2009 Top Ten Architecture Business Award dari BCI Asia
2009 Architect of The Year dari Elle Decor Magazine

Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil banyak menghasilkan karya arsitektur di berbagai negara seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat Arab dan tentu saja di Indonesia. Umumnya proyek ini berupa pengembangan kawasan perkotaan seluas 10-1000 ha atau disebut sebagai mega proyek.

Beberapa contoh proyek yang ditangani Emil diantaranya Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapura, Sukhotai Urban Resort Master Plan di Bangkok, Ras Al Kaimah Waterfront Master di Qatar, juga district 1 Saigon South Residential Master Plan di Saigon, Shao Xing Waterfront Masterplan (China), Beijing CBD Master Plan, dan Guangzhou Science City Master Plan.

Sementara di Jakarta Emil bekerja untuk Proyek Superblok Rasuna Epicentrum, dari lahan seluas 12 hadibangun Bakrie Tower, Epicentrum Walk, perkantoran, ritel, dan pantai. Sebelum itu ia juga merancangmereka Universitas Tarumanegara Tower I, Al-Azhar International School di Kota Baru Parahyangan,Bandung, dan Grand Wisata Community Club House di Jakarta, Kalimantan Timur Pupuk IT Center balikpapan, dan banyak lagi.

Budi Pradono


 Biodata
Nama                    : Budi Pradono
Lahir                   : Salatiga, Jawa Tengah 1970
Pendidikan dan karir    :
•    1995        lulusan Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
•    1995 – 1996     Bekerja di Biro Arsitek Beverley Garlick Architects, Sydney
•    1996 – 1999     Bekerja di Konsultan Desain Internasional
•    1999         Mendirikan Biro Arsitek Budi Pradono
•    1999 – 2000    Mengajar di Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta
•    2000 – 2002     Bekerja di Kengo Kuma & Associates, Tokyo
•    2002 – 2003     Menyelesaikan program Pasca Sarjana di Berlage Institute, laboratory of
architecture, Rotterdam

Award       :
1993 Meraih Juara kedua untuk Dani Tropy in the National Student Architecture Competition. “Conservation Of The Dani tribe settlement”, Irian Jaya, Indonesia
1993 Pemenang hadiah utama dari National Architectural Design Competition for the Loji Kecil Area of Yogyakarta
2000 Penghargaan sebagai Arsitek Muda Berbakat dalam The Bunka Cho fellowship (Japan Architecture Institute)
2000 Finalis The “City for All “Desain Kota Dirgantara – Halim, Jakarta
2004 Pemenang Proyek Leisure Future Project, City Scape Architectural Review Award Dubai for Restaurant at Jimbaran, Bali
2004 Pemenang Proyek komersial, City Scape Architectural Review Award Dubai for Tetaring Kayumanis Restaurant Nusa Dua, Bali
2005 Meraih Juara ketiga One Stop Shopping Gallery Jakarta Kota, Architectonia Indonesia Design Magazine
200 Honourable mention, Penghargaan AR  untuk Emerging Architecture, London

Budi Pradono adalah seorang arsitek muda yang memenangkan banyak penghargaan lewat konsep ‘arsitektur hijau’. Pada tahun 2005 karyanya pernah diliput a+u, majalah arsitektur dan urbanisme Jepang yang menjadi benchmark bagi para arsitek. Bukan saja karena publikasi tersebut selalu mengangkat isu terkini dan menampilkan karya spektakuler arsitek dunia, tapi juga karena penyebarannya yang mendunia.

Menurut Budi profesi arsitek saat ini sedang mengalami tekanan yang kuat untuk melakukan perubahan besar dalam metode merancang dan juga melakukan absorbsi teknologi yang cepat agar dapat menghasilkan rancangan yang kontemporer yang berorientasi pada Arsitektur Hijau (green architecture), yang lebih tanggap pada isu-isu lingkungan. Saat ini Best Practice selalu dikaitkan dengan etika arsitek dalam mengantisipasi pemanasan global, penghematan energi, dan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggungjawab.

Saat menjelaskan tentang green design, Budi Pradono menggunakan contoh-contoh dari desain yang ia hasilkan, baik yang menurutnya ‘green’ atau ‘tidak green’. Profesi arsitek dewasa ini menuntut kita untuk melihat ‘green’ sebagai kesatuan dalam desain bangunan, dimana sekarang ini banyak award khusus diberikan pada bangunan yang ‘green’ dengan berbagai kriteria. ‘Green’ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik). Ukuran ‘green‘ ditentukan oleh berbagai faktor, dimana terdapat peringkat yang merujuk pada kesadaran untuk menjadi lebih hijau.

Budi Pradono menjelaskan tentang konsep ‘green‘ dalam rancangannya melalui contoh, misalnya pada rancangan Bloomberg Office, dimana diterapkan desain yang mendukung pencahayaan alami dapat bermanfaat untuk keseluruhan lantai kantor, penggunaan alat yang dapat mendeteksi cahaya alami untuk mengurangi penggunaan pencahayaan buatan, yang merupakan salah satu contoh efisiensi pencahayaan.

Ir. Isandra Matin Ahmad



Biodata 

Nama  : Ir. Isandra Matin Ahmad

Lahir : Bandung 1962


Pendidikan dan karir :

• 1988 Lulus dari Universitas Parahyangan, Bandung 

• 1990-1998 Bekerja di PT. Grahacipta Hadiprana, Jakarta 

• 1998 Mendirikan Andra Matin Architect (AMA), Jakarta 
• Telah mengajar di Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, Institut Teknologi  Bandung dan Universitas Tarumanagara.
• 1998 Proyek Le Bo Ye Graphic Design Office, Jakarta Selatan 
• 1999 Proyek Paper Gallery, Bandung 
• 1999 Gedung Dua8 Ethnology Museum, Kemang, Jakarta Selatan 
• 2001 Proyek Ak’sara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan
• 2002 Proyek Ramzy Gallery, Bangka, Jakarta Selatan 
• 2005 Pameran Bienalle 
Award   :
·         1999 Penghargaan IAI untuk proyek Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design dan Gedung Dua8 Kemang, Jakarta Selatan.
·         2002 Penghargaan IAI untuk proyek Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design dan Gedung Dua8 Kemang, Jakarta Selatan
·         2006 Penghargaan IAI DKI Jakarta untuk proyek Conrad Chapel di Bali yang dirancangnya bersama Antony Liu dan Ferry Ridwan
·         2006 Penghargaan IAI DKI Jakarta untuk proyek rumah tinggal di Kuningan, Jakarta Selatan
·         2006 Penghargaan IAI DKI Jakarta untuk proyek kantor Javaplant di Tawangmangu, Jawa Tengah
·         2007 terpilih sebagai salah satu arsitek dari 101 arsitek baru dunia paling berkiprah di tahun 2007 versi' walpaper* architecture directory.

Isandra Matin Ahmad adalah seorang arsitek yang karya-karyanya menerima banyak penghargaan sejak mendirikan Andra Matin Architects pada tahun 1998. meraih IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Award pada tahun 1999 dan 2002 untuk Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design dan Gedung Dua8 di Kemang, Jakarta Selatan. Untuk itu juga pada tahun 2007 Walpaper Architecture Directory menobatkan Andra Matin sebagai salah satu arsitek, dari 101 arsitek dunia, yang paling berkiprah di tahun 2007. Terakhir, pada tahun 2008 Pak Andra kembali berhasil menyabet 3 piala dari 7 penghargaan yang ada pada IAI Award.

Arsitektur Andra Matin adalah arsitektur yang sinematik. Arsitektur sebagai sebuah peristiwa ditata ke dalam alur pengalaman yang tersusun dalam sekuens, sehingga pemahaman (pemahaman mungkin bukan kata yang tepat) akan keseluruhan cerita “ditunda”, tidak terpahami langsung dalam waktu yang bersamaan. Jika arsitektur pada umumnya telah menstandarkan atau mendatarkan emosi dengan cara menghilangkan ekstrim dari spektrum emosi manusia, maka arsitektur Andra Matin “memaksa” kita meminjamkan emosi kita, dan meletakkannya di sana. Ia terasa hadir justru bukan semata-mata dari eksistensi materialnya, melainkan pada imaji-imaji dan perasaan-perasaan yang ditimbulkan pada yang mengalaminya. Dengan demikian, ia membuat kita merasakan adanya keterikatan pada tempat, waktu, dan terutama pada diri kita sendiri, secara lebih kuat dan bermakna.


Baskoro Tedjo



Biodata


Nama                : Baskoro Tedjo

Tempat Tangal Lahir : Semarang, November 30, 1956
Pendidikan          :
· 1964-1969  SD Randusari I Semarang, Indonesia
· 1970-1972  SMPN II Semarang, Indonesia
· 1973-1975  SMAN I Semarang, Indonesia
· 1976-1982  Bandung Institute of Technology, Indonesia (Bachelor)
· 1987-1989  Poly University New York, USA (Master of Arts)
· 1995-1999  Osaka University, Japan  (PhD)

Pengalaman Bekerja :
·         1982-1984: Asisten Dosen, Departemen Arsitektur – Institut Teknologi Bandung
·         1985: Anggota Tim Teknis Indonesia untuk Expo 86 Vancouver, Kanada
·         1986: Diangkat sebagai Staf Kuliah dari Departemen Arsitektur - Institut Teknologi Bandung
·         1987-1989: Master program di Poly University, New York, Amerika Serikat, di bawah beasiswa Fulbright
·         1990-1995: Dosen Departemen Arsitektur - Institut Teknologi Bandung dan arsitek PT Atelier Enam, Bandung
·         1995-1999: Program PhD di Osaka University, Jepang di bawah beasiswa OECF
·         2000-sekarang: Dosen Departemen Arsitektur - Institut Teknologi Bandung dan Staf Ahli PT Bita Bandung, arsitek untuk Baskoro Tedjo & Associates

Baskoro Tedjo (1958). Menyelesaikan pendidikan sarjana arsitektur di Program Studi Arsitektur ITB, master of science pada bidang Environment & Behavior di Politechnic University of New York dan mendapatkan gelar Ph.D di Department of Architecture, Osaka University. Pada Program Studi Sarjana Arsitektur ITB menjadi penanggung-jawab kuliah Desain Visual dan Prilaku Lingkungan. Pada Program Studi Magister Arsitektur menjadi pengampu Studio Perancangan Arsitektur dan pembimbing serta penguji tesis desain dan juga tesis riset. Topik-topik riset yang diminati tentang perancangan arsitektur, pendekatan prilaku pada perancangan dan arsitektur monumental. Selain mengajar di kampus, juga aktif di praktek profesi. Terkenal di kalangan praktisi, akademisi dan mahasiswa arsitektur di Indonesia karena mendapatkan penghargaan IAI (IAI Award 2002, Selasar Sunaryo Art Space), memenangkan sayembara-sayembara bergengsi tingkat nasional dan sering diundang sebagai pengisi kuliah tamu dan pembicara dalam seminar-seminar arsitektur.

yup mereka merupakan Arsitektur terkenal di Indonesia dan saat ini gemar diperbincangkan didalam dunia Arsitektur dan masih banyak lagi diantaranya :
Hendra Hadiprana, A.D. TARDIYANA, RIZAL, YORI ANTARYu Sing, Achmad Djuhara, Budiman Hendropurnomo, Julio Julianto, Yoseph Hengky & associates, Sonny Sutanto, Daniel Sandjaja, Salim Abdullah, Tan Ciang Ai, Cosmaz D Gozali,

Cukup sekian,  mohon maaf karena hanya ini yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat dan dapat memberikan motivasi untuk dapat menjadi atau lebih daripada mereka (AMIN..)

(dari berbagai sumber)
21:54 oleh han 0
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...